Kuliner Pawon Nusantara Perajut Integrasi Bangsa Indonesia

Latar Belakang

Ragam makanan, minuman, dan jajanan Nusantara yang hingga hari ini kita nikmati, terdapat hubungannya dengan masakan pawon keluarga. Dalam sudut pandang sosiologi, kekhasan masakan tersebut merupakan hasil interaksi antara potensi alam, kondisi lingkungan, dan kreativitas anggota masyarakat dalam menemani tradisi dan ritus hidup sekaligus mencukupi gizi tubuh dengan normal.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana ditandai akan mudahnya mengakses cara masak dan penyiapan bahan-bahannya, ragam masakan keluarga tersebut dapat dengan mudah disajikan dan dinikmati. Mulai rempah, bumbu siap saji, sayuran, daging, tepung, perkakas memasak, minyak goreng, saus, hingga sentuhan sajian kekinian, dapat kita akses dengan mudahnya. Pada titik inilah, masakan pawon yang dahulu cukup sulit ditemui, sekarang menjadi mudah. Masakan pawon telah menjadi bentang identitas sosial yang terbuka. Hingga kemudian kita sepakat menyebutnya menjadi masakan kuliner Nusantara.

Menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan KuasaNya, Indonesia terberkati aneka ragam rempah yang kemudian menjadi bumbu masakan yang nikmat. Selaku warga Indonesia, tentunya kita punya tanggung jawab untuk menjaganya agar keberkahan ini tetap memberi manfaat untuk semua alam semesta dan seisinya. Salah satu tindakan mulia yang kita lakukan diantara memiliki pandangan bahwa keanekaragaman masakan Nusantara itu adalah sumber pengetahuan yang memberikan harapan masa depan yang tak terhingga.

Untuk mengingat kembali masakan pawon, generasi muda sudah saatnya melakukan kajian dan pembelajaran aneka masakan pawon Nusantara. Dengan mengingat kembali masakan pawon ini, semoga semakin menambah hubungan interaksi sosial kenusantaraan hingga kemudian tercipta tarikan integrasi sosial Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hangat dan penuh dengan makna.

Membumikan masakan pawon seraya merangkai kerukunan yang hangat antar kelompok sosial dan suku bangsa, adalah magnet sosial budaya bangsa Indonesia. Dalam konteks strategi pemajuan kebudayaan Indonesia, masakan pawon Nusantara cukup menarik untuk dijadikan simbol kerukunan nasional, termasuk didalamnya mengusung program-program kenusantaraan.

Dalam konteks merajut kerukunan nasional, kuliner pawon cukup terbuka untuk dijadikan subjek dan sajian dalam setiap perhelatan. Barangkali masyarakat Jawa dan masyarakat Sunda terjadi perbedaan tradisi pernikahan. Barangkali masyarakat Kalimantan dan Madura terjadi gesekan dalam strategi dagang. Hingga barangkali terdapat percikan panas menjelang pilihan Presiden dan Wakil Rakyat. Namun dengan kuliner pawon, perbedaan tradisi, gesekan strategi dagang, hingga percikan panas saat memasuki pesta demokrasi (Pemilu), ragam sumbatan interaksi sosial itu dapat dengan mudah untuk dicairkan.

Kuliner pawon Nusantara sudah saatnya kita pandang menjadi daya pemajuan. Sudah saatnya kita memberanikan diri lebih dekat dalam mensosialisasikan pada generasi muda yang sedang duduk di bangku sekolah, komunitas, hingga ruang keluarga. Melalui proses dan rekayasa tersebut, siapa tahu akan selalu tercipta DNA internalisasi dan enkulturasi yang bercitarasa senasip dan sepenanggungan. Satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa.

Semoga masakan pawon Nusantara semakin terbuka untuk dilirik menjadi media perajut dalam mewujudkan mimpi-mimpi yang mencerahkan. Para Santri, Pendidik, Nelayan, Petani, Pengusaha, Pedagang, Aparatur Sipil Negara, TNI- POLRI, Pegiat Komunitas, Buruh, Seniman, Pelajar, mahasiswa, hingga Politisi, mari gunakan kuliner pawon Nusantara menjadi jembatan emas dalam meluncurkan program-program jaring pengaman sosial yang adil dan mensejahterakan.

Jika demikian, maka PR kita adalah bagaimana memproduksi ide-ide kreatif berbasis kuliner pawon Nusantara yang berperan aktif dalam mendorong kedaulatan integrasi sosial. Lantas bagaimana dengan peran lembaga pendidikan dalam merespon hal tersebut? Salam masakan pawon Nusantara.

Tema

“KULINER PAWON NUSANTARA PERAJUT INTEGRASI BANGSA INDONESIA.”

Maksud dan Tujuan

  • Siswa mampu memahami metode penelitian sosial yang sederhana untuk mengenali gejala sosial di
  • Siswa mampu melakukan penelitian sosial yang sederhana untuk mengenali ragam gejala sosial dan hubungan sosial di masyarakat.

Waktu Tempat dan Peserta

  • Hari/ Tgl   : Selasa, 17 Mei 2022
  • Pukul : 07.00 s.d 13.30 wib
  • Tempat : Gedung Serbaguna Dasun
  • Peserta    : Siswa-siswi Kelas X SMA Negeri 1 Pamotan

Link lengkap Buku Panduan Learning Tour Penelitian Sosial Sederhana Bidang Kuliner SMAN 1 Pamotan

Poster

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan