Undang-undang Desa Buah Hasil Perjuangan Berdarah-darah

dasun.desa.id-Meringati Undang-undang Desa (UU No.6 Tahun 2014) ke-7 tahun kali ini ada nilai tersendiri bagi saya pribadi, peristiwa luar biasa yang penuh haru biru karena perjuangan panjang dan sangat melelahkan mulai dari periode pertama saya (2007-2013) menjadi kepala desa sekitar tahun 2009 bersama sama kades dan perangkat desa se-Indonesia yang bersatu di bawah bendera “Parade nusantara” melakukan demo / aksi damai ke Jakarta (Depan Gedung DPR RI ) sampai 9 kali hingga tahun 2012, itu hanya berharap lahirnya UU Desa ini.

Mengapa yang ke 7 sangat mengingatkan kami karena 7 itu pitu kalau orang jawa bilang pitu adalah pitulungan karena lahirnya UU Desa akan banyak memberikan berkah kepada Desa membawa perubahan terhadap desa secara menyeluruh baik secara hak dan kewenangan.

Mungkin dari sebagian masyarakat Desa di Indonesia tidak tahu bahkan apa istimewanya UU Desa itu sendiri terhadap Desa. Kesempatan ini kami mencoba sedikit membuka pemahaman dan kelebihan bahkan berkahnya yang luar biasa.

Setelah di gedok dan di sahkan UU Desa No 6 Tahun 2014 ini desa memiliki hak dan kewenangan mutlak mengatur dirinya sendiri artinya desa bisa merencanakan, mengelola dan melaksanakan pembangunan sendiri sesuai yang di harapkan bersama masyarakat melalui musdes atau musyawarah bersama. Artinya sekarang desa ini tidak lagi menjadi obyek pembangunan akan tetapi justru menjadi subyek dalam membangun bangsa ini sekaligus desa bisa menerima dana blogren dari pemerintah pusat yang di ambil 10 % dari APBN untuk pembangunan desa dan tentunya untuk menuju Kemandirian Desa.

Alhamdulillah setelah 6 tahun berjalannya UU Desa ini sudah banyak membawa perubahan yang siknifikan terhadap Desa baik secara fisik maupun pemberdayaan masyarakatnya desa mampu menciptakan peluang kerja mendorong pengembangan ekonomi bagi masyarakat dan bahkan sudah bisa mendapatkan Pendapatan Asli Desa. Semoga berkahnya membangun bangsa dari pinggiran ini mampu menjawab tantangan dalam mengejar ketertinggalan pembsngunan Negara tercinta ini Aamin. (Sujarwo)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan