Buku “Dasun: Jejak Langkah dan Visi Kemajuannya”

dasun.desa.id-Bila direnungkan dengan seksama, peristiwa pertama yang memberi jalan bagi lahirnya buku Dasun: Jejak Langkah dan Visi Kemajuannya ini adalah kegiatan pendataan potensi desa pada tahun 2016.  Kegiatan yang saya kerjakan bersama kawan-kawan Dasun Heritage Society tersebut secara tak terduga memantik berbagai inisiatif dan solusi: panggilan pribadi untuk mengabdi pada desa kelahiran saya, langkah nekat Pak Sujarwo untuk membiayai penelitian awal dari hasil panen garam tambak bengkok desa, petualangan selama beberapa hari untuk memburu dokumen desa Dasun di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta, pertemuan penulis dengan Awaludin Marwan (alumni Utrecht University, Belanda) lewat bantuan Muhtar Said demi memeroleh akses dokumen pangkal tentang Dasun dalam bentuk data digital dari Delpher dan Digitalcollections Universitas Leiden serta pengaksesan data dari National Library of Australia setelah melakukan obrolan panjang dengan Moh. Imron Mahmudi. Serangkaian inisiatif dan penemuan solusi tak terduga itu bermuara pada tahun 2020 ketika program penyusunan buku sejarah desa masuk RAPBDes Dasun.

Awalnya buku ini hanya didesain untuk menyajikan narasi besar mengenai sejarah kejayaan galangan kapal Dasun yang menjadi penopang tradisi maritim mulai dari kerajaan Majapahit dan Demak sampai kolonial Belanda dan Jepang. Dari sana muncul usaha untuk mencari berbagai literatur lebih luas mengenai sejarah panjang galangan kapal Dasun yang berjaya di era Majapahit hingga menyuplai 100 kapal Kerajaan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Tradisi maritim tersebut berlanjut di era VOC, kolonialisme Belanda sampai Jepang karena akses untuk mendapatkan kayu jati sebagai bahan baku pembuatan kapal sangat melimpah di Rembang dan Dasun memang lokasi yang paling strategis untuk membuat kapal.

Pemuliaan terhadap informan lokal desa Dasun adalah spirit utama dari buku ini meski beberapa sumbernya diambil dari studi literatur dan sumber primer dari jaman kolonial Belanda. Dalam lingkup Rembang, Dasun mendapatkan porsi yang cukup banyak dalam display literatur yang disajikan pemerintah kolonial Belanda karena memiliki salah satu galangan kapal paling penting di nusantara. Meski demikian, wawancara terhadap informan asli Dasun menjadi penutur yang diutamakan. Daulat data lokal adalah perspektif yang harus dimunculkan. Orientasi keilmuan tersebut membuat kami memutuskan untuk memasukkan nilai-nilai lokal masyarakat Dasun seperti narasi tentang punden dan cerita tutur tentang asal-usul nama Dasun serta strategi pelestariannya. Penerjemahan orientasi keilmuan itu pula yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk menyajikan sejarah kepemimpinan kepala desa Dasun dari masa ke masa. Narasi kepala desa tersebut disajikan secara etnografis dengan memberikan gambaran detail mengenai kehidupan pribadi kepala desa, dinamika persoalan dan tantangannya, serta sejarah program-program untuk kemajuan desa.

Namun demikian, tak lengkap rasanya jika narasi sosiologis mengenai pemukiman Dasun dari masa ke masa tidak ikut disajikan. Maka, selain sejarah demografi desa Dasun, buku ini juga menyajikan konflik batin masyarakat Klaten yang bermigrasi ke Dasun untuk mengolah bekas tanah pabrik galangan kapal dan perkampungan Bugis sebagai salah satu pemukiman yang menjadi beranda desa Dasun. Dengan bertumpu pada pusparagam sejarah masa lalu itulah, beberapa rekomendasi kebijakan pemerintah desa yang berangkat dari pengidentifikasian potensi alam, budaya, kuliner, dan aktivitas wisata desa disajikan. Dari sana pula kami mencoba membabar gambaran aktivitas ke depan untuk mewujudkan Dasun yang lebih maju dan berdaulat dengan memanfaatkan potensi yang ada di dalam dan sekitarnya. Dengan demikian, buku ini memang tidak hanya menyampaikan narasi sejarah besar desa Dasun, namun juga narasi mengenai visi kemajuan yang ditawarkan.

Untuk menyuplai data penyusunan buku ini, Kepala Desa Dasun berinisiatif untuk memasukan program penyusunan buku ke dalam dokumen perencanaan desa sampai kemudian dimasukan dalam APBDes Tahun 2020.  Dukungan penuh dari kepala desa ini diberikan dengan pertimbangan buku ini dapat menjadi buku pegangan bagi generasi penerus untuk mengetahui akar jati dirinya sekaligus dapat memberikan rekomendasi dalam arah penentuan kebijakan desa, terutama dengan memberikan porsi yang cukup luas pada pelestarian potensi-potensi desa Dasun. Buku ini adalah jawaban dari kepala desa dan masyarakat desa untuk yakin bahwa Dana Desa tidak harus melulu untuk pembangunan infratruktur, namun juga dapat mendukung daulat data desa secara mandiri dengan menyusun narasi besar tentang desa dan sebuah formula untuk menuju kemajuan tanpa meninggalkan lokalitas desa.

Penulis mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada orang-orang dan kelompok yang mendukung penyusunan buku ini, di antaranya Sujarwo selaku Kepala Desa Dasun, kawan-kawan perangkat desa (Ahmad Maulana, Suyoto, Budi Ananto, Ony Vena Mulyana, Achirudin Bayu Christyanto), Komunitas Rumah Baca Pamotan, Yayasan Lasem Heritage, Dasun Heritage Society, Utomo Angkringanem, Handri Arto, Joko Supeno, Angga Hermansah, Rahmat Hidayat Syaefullah, Angklungan Dasun, BPD Desa Dasun, BUMDes Karya Bahari Dasun, Warung Apung, Pengurus RT/RW Desa Dasun, Pengurus LPMD Desa Dasun, Kader Posyandu Dasun, Karangtaruna Dasun, Pengurus PKK, Tokoh Masyarakat Dasun dan seluruh masyarakat desa Dasun.

Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada para tokoh yang berkenan memberikan testimoni yakni Dr. Arie Sujito, Nyarwi Ahmad, Ph.D, Dr. Drs. Guntur, M.Hum, Ali Romdhoni, Agni Malagina, dan Muhtar Said, SH. MH. Sebagai yang paling utama penghormatan penulis adalah kepala para informan penelitian ini yang bersedia untuk meluangkan waktunya dalam proses wawancara, yaitu: Budi Ananto, Darmo Darman, Didik Pramono, Khudhori, Mathoya, Nur Salam, Subani, Sujarwo, Suranto, Sutono, Suwarno, Sutrisno,Suyoto, Utomo, dan Yus Susana.

Terakhir semoga buku ini bermanfaat bagi semuanya.

Exsan Ali Setyonugroho- Penulis

*) Tulisan ini merupakan kata pengantar cetakan pertama Buku “Dasun: Jejak Langkah dan Visi Kemajuannya”

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan