Nek Rendheng Raiso Ndodhok, Nek Ketigo Raiso Cewok

Dasun.desa.id-Pribahasa ini mengartikan kejadian yang mana kalau musim penghujan tidak ada tempat yang tidak terendam air, semuanya di penuhi air sampai sampai mau duduk saja tidak bisa. Artinya kelebihan air bahkan sampai menjadi bencana banjir dimana-mana. Sedangkan kalau musim kemarau, boro boro air untuk mandi untuk bersih-bersih, setelah buang air besar saja tidak bisa dan tidak ada air. Artinya kekurangan air dan akhirnya juga menjadi bencana.

Kasus klasik ini atau kejadian yang luarbiasa ini terjadi hampir di setiap tahun di daerah ini tapi anehnya permasalahan ini sudah di anggap biasa dan tidak populis mungkin kurang menarik untuk di bahas dan di tindaklanjuti padahal yang namanya kebutuhan air adalah kebutuhan mutlak yang tidak bisa di tawar tawar lagi untuk kehidupan ini sehingga di perlukan dan di butuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan agar permasalahan ini bisa di tangani dan di selesaikan.

Sedangkan kalau kita berbicara perihal potensi alam di daerah ini tentunya tidak perlu di ragukan lagi, karena kita itu memiliki kekayaan alam yang komplit dan luarbiasa tentunya yang tidak bisa dimiliki di semua daerah, bagaimana tidak daerah kita itu ada gunung, pegunungan, dengan hutannya, ada ngarai dan lembahnya, yaitu pategalan dan sawahnya ada juga pesisirnya yaitu tambak dan laut dengan sungai-sungainya.

Dengan kekayaan alam yang luarbiasa ini sebenarnya tinggal bagaimana sumber daya manusianya. Namun yang pasti ini semua tinggal generasi muda. Ayo semangat! ayo berkarya! ayo membangun jangan buang waktu mu! ini kesempatanmu ini tantanganmu ini masa depanmu yang harus kamu perjuangkan untuk mu, untuk masyarakat mu untuk negerimu di saat sekarang dan di masa yang akan datang. Jangan sibukan dirimu dengan hal yang hanya bersifat sesaat dan sementara ini hingga kau lupakan masa depan mu dan cita-cita besarmu untuk menjadi orang yang lebih berguna dan bermanfaat bagi sesama, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah kata matursuwun. (Sujarwo)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan