Sebutan Lasem Thiongkok Kecil Adalah Pintu Masuk

dasun.desa.id- Menghargai jejak sejarah merupakan bentuk sikap besar hati kita untuk berusaha nguri uri dan melestarikan sejarah untuk tetap ada dan bertahan sampai kepada generasi yang akan datang apapun bentuk dan jenisnya kususnya sejarah besar Lasem dari masa ke masa.

Sudah selayaknya bila kita memberikan apresiasi sebuah penghargaan untuk tetap menjunjung tinggi pelestarian sejarah agar sampai kepada generasi yang akan datang dan tidak perlu risau dengan sebutan sebutan identik karena itu semua hanya menjadi pintu masuk untuk orang luar bisa tau atau tertarik dengan sejarah besar yang sebenarnya tentang Lasem sebagai kota tua dengan berbagai daya tariknya.

Tentunya kita sebagai masyarakat Lasem harus bisa dan mampu menangkap dan merespon peluang baik ini dari sisi ekonomi , sosial, budaya dan politik untuk kemaslahatan masyarakat Rembang dan Lasem pada khususnya dengan rencana pembangunan kota tua Lasem oleh Kementerian PUPR langsung.

Dan mohon maaf dari isi berita link ini bukan bermaksud untuk menonjolkan satu sisi saja tidak akan tetapi ini hanya secara kebetulan ada data yang komplet dan kebetulan berita ini di tulis dan di unggah oleh beliau P Khir Johari seorang tokoh wisata sejarah dari Singapura bersama mbak Yana Arsyadi yang sekaligus pengagum dan mengagumi jejak sejarah yang ada di Lasem dan waktu itu ada beberapa teman sini yang termasuk saya sendiri juga ikut serta mengantar dan menunjukan beberapa situs-situs yang ada dan memiliki referensi sejarah sampai ke beberapa foto fisiknya yang ada untuk bisa di ketahui oleh masyarakat dunia secara luas agar nantinya bisa membawa beberapa kebaikan dan kemanfaatan untuk Lasem tercinta. (Sujarwo)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan