CONTOH SKENARIO SERI LIPUTAN DOKUMENTER PADA SEBUAH KEGIATAN

Dasun.desa.id- Tulisan ini diperuntukkan bagi para pemula yang berniat mendokumentasikan suatu kegiatan. Kerapkali peliput pemula mengalami kebingungan dalam mengedit dokumentasi kegiatan. Masalah klasiknya adalah banyaknya file dokumentasi kegiatan yang direkam, namun pada saat yang sama dituntut untuk menyajikan liputan dokumenter yang relatif pendek. Misalnya, durasi bahan liputan jika ditotal berdurasi dua jam, tetapi hasil liputan yang hendak dibuat hanya berdurasi tujuh menit. Jelas ini masalah jika tidak disiasati lebih awal.

Nah, untuk itulah, diperlukan skenario agar pada saat mengedit bahan, tidak mengalami kebingungan. Dan tentu saja, dengan skenario seri liputan dokumenter pada sebuah kegiatan, dapat menceklist mana saja bagian kegiatan yang perlu, yang telah, dan yang belum didokumentasi.

Tulisan ini memuat tentang lima hal penting yang perlu disiapkan dalam video liputan kegiatan. Lima hal tersebut adalah bagian opening, bagian barasi awal, bagian wawancara penyelenggara, bagian narasi dan wawancaran isi, serta bagian penutup dan ucapan terimakasih.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi dokumenter yang giat mendokumentasikan sebuah kegiatan.

Opening

Yang dimaksud opening disini adalah video pembuka yang mencerminkan isi dari sebuah kegiatan. Isi dari opening yaitu kilasan cepat yang memuat tentang keseluruhan isi dokumentasi kegiatan. Durasi ideal suatu opening adalah setengah menit. Biasanya, sebuah opening hanya menyajikan visual kegiatan dengan audio music yang energik. Tiap tahapan kegiatan biasanya disertai teks. Tetapi tidak menutup kemungkinan, dalam sebuah opening juga menyertakan pengisi suara atau audioman, dan narasi audio asli dari lapangan.

Untuk membantu membuat kerangka opening, seorang dokumenter dapat menggunakan tatib manual acara kegiatan dari panitia dengan sentuhan dan modifikasi seperlunya.

Dalam opening, biasnya membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut. Pertama, poster kegiatan yang dilouching panitia, suasana persiapan kegiatan, suasana pembukaan kegiatan, inti kegiatan, present peliput, dan hal-hal menarik yang merepresentasikan substansi dari kegiatan. Adapun akhir dari opening adalah teks judul dari sebuah kegiatan. Untuk mempermudah pemahaman video opening kegiatan, kalian dapat melihat dokumentasi sebuah kegiatan seperti seminar, konferensi, hingga kegiatan expo.

Untuk membuat video opening, tiap-tiap dokumenter relatif berbeda. Sebagian mereka urut dalam pembuatan videonya. Sebagian lagi, video opening dibuat belakang setelah isi liputan video selesai. Namun untuk pemula, diharapkan urut saja dalam membuat video opening. Terlebih dengan mempertimbangkan keselarasan isi dan musik pendampingnya.

Narasi awal

Narasi awal yang dimaksud adalah informasi kegiatan yang disampaikan oleh audioman. Inilah pentingnya pengisi suara. Kerapkali liputan kegiatan yang mendapatkan bahan yang utuh seperti layaknya artikel sebuah tulisan. Dengan adanya informasi dari pengisi suara, pesan dari suatu video liputan kegiatan dapat tersampaikan dengan baik.

Narasi awal biasanya berisikan informasi tentang latar belakang kegiatan, tujuan kegiatan, manfaat kegiatan, peserta yang terlibat, dan hal-hal menarik yang perlu disampaikan diawal. Tentunya narasi awal ini disandingkan dengan video yang relevan. Dan untuk memudahkan kelengkapan bahan video, editor dapat melengkapi bahan-bahan dari data referensi dari buku, jurnal, dan internet. Tetapi jika dimungkinkan terlalu sulit mencari bahan tersebut, narasi awal cukup dilengkapi dengan bahan video saat kegiatan.

Durasi waktu narasi awal paling lama adalah dua menit. Dengan durasi yang pendek tersebut, narasi awal direkomendasikan berisi tentang suasana awal kegiatan dan narasi yang sifatnya mampu mempengaruhi penonton untuk tetap mengikuti video liputan hingga selasai.

Wawancara Penyelenggara

Wawancara penyelenggara yang dimaksud adalah bagian liputan yang menyajikan informasi langsung dari penyelenggara kegiatan. Ini adalah bagian penting dalam sebuah liputan dokumenter, karena pada bagian ini berfungsi menjadi kroscek data lapangan apakah peliput melakukan liputan langsung atau tidak. Video liputan yang baik adalah video yang menyertakan wawancara dengan penyelenggara kegiatan. Karena dengan wawancara tersebut, peliput mendapatkan ragam informasi yang nantinya dapat digunakan untuk kerangka narasi selanjutnya.

Bagian wawancara penyelenggaran biasanya menghadirkan ketua penyelenggara dan sekretaris kegiatan. Dua orang ini cukup penting dihadirkan karena mereka biasanya paling banyak mengetahui informasi mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga rencana tidak lanjut. Dengan melakukan wawancara penyelenggara ini, peliput biasanya akan mendapatkan akses yang mudah pada saat liputan.

Selain aspek metodologis, bagian wawancara dengan penyelenggara ini juga menjadi pintu masuk seorang peliput dalam melakukan wawancara dengan nara sumber lainnya yang diperlukan di video liputan kegiatan. Selain itu juga aspek pemanfaatan fasilitas yang ada untuk liputan, hingga akses mendapatkan makanan dan minuman saat liputan berlangsung.

Gambar yang ditampilkan pada wawancara penyelenggara sebaiknya dimodifikasi dengan isi yang disampaikan saat wawancara. Misal ketua penyelenggara menyampaikan informasi bahwa kegiatan tersebut mendapatkan respon yang baik dari peserta, maka pada saat tayangan tersebut sebaiknya diisi dengan tayangan partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut.

Peliput yang baik akan mencatat hal-hal penting yang disampaikan ketua penyelenggara. Dan hal-hal penting tersebut kiranya perlu disiapkan data video sebagai pelengkap dan kroscek data.

Untuk durasi, bagian wawancara penyelenggaran ideanya cukup satu menit saja. Jika perlu durasi lebih, video bagian ini perlu diisi dengan liputan pelengkap dari apa yang disampaikan ketua penyelenggara.

Narasi dan Wawancaran Isi

Narasi dan Wawancari Isi yang dimaksud disini adalah bagian video liputan kegiatan yang menyajikan informasi tentang substansi dari sebuah kegiatan. Misal liputan kegiatan tentang Expo UMKM, maka video bagian ini berisikan tentang informasi siapa saja UMKM yang terlibat, apa saja produk yang dipamerkan, manfaat dari produk yang dibuat, dan hambatan dan peluang UMKM.

Bagian keempat ini memuat tentang dua peran. Pertama peran seorang audioman dan peran seorang partisipan/peserta, tersmasuk juga pihak-pihak yang terlibat dan juga penyelenggara.

Bagian ini cukup banyak membutuhkan bahan video. Jika peserta EXPO UMKM berjumlah sepuluh, maka dari sepuluh UMKM tersebut perlu diambil dokumentasinya. Apakah juga perlu semua diwawancarai? Tentu saja ya, tetapi tidak semua dimasukkan dalam video liputan, karena mengingat durasi video liputan kegiatan cukup terbatas. Adapun kumpulan data liputan wawancara peserta dapat dijadikan video turunan, atau sub video kegiatan.

Tentang UKM mana yang dimasukkan dalam video liputan, biasanya tidak dapat lepas dari unsur subjektivitas dokumentator. Tetapi sebaiknya, walaupun pemula, sebaiknya dokumentator tetap mengedepankan objektivitas liputan. Hal sederhana seorang peliput dapat mengedepankan objektivitas tentang UKM siapa yang perlu diwawancarai adalah dengan mengidentifikasi daya kreativitas, kebermanfaatan, dan nilai disiminasi kelompok. Misal, sama-sama EXPO UMKM jajanan tradisional, maka perlu dipilih UKMK jajanan tradisional yang kreatif, bermanfaat, dan produknya mudah dilakukan oleh kelompok lainnya.

Adapun UMKM jenis lainnya dapat disajikan dalam bentuk tayangan video pendamping wawancara saja. Hal ini perlu dilakukan karena memuat aspek advokasi, yaitu suatu liputan kegiatan yang mengedepankan pemberdayaan sosial.

Hal penting yang perlu diperhatikan pada bagian juga tentang wawancara dengan pihak-pihak terkait, misalnya pihak pemerintah dan pihak industri lainnya. Bagian ini juga menjadi penting bagi dokumentator dalam mempertemukan ide dan sebuah produk. Pihak pemerintah dapat ditekankan wawancaranya tentang kebijakan fasilitasi pelatihan, bantuan modal, hingga program expo lanjutan. Selanjutnya pihak industri dapat difokuskan pada peluang dan rencana kerjasama produk.

Tentu saja semua video liputan kegiatan memberi ruang dalam hal komunikasi akses antara partisipan dengan pihak-pihak terkait. Begitu halnya dengan kegiatan seminar penelitian misalnya. Kerapkali seminar hasil penelitian hanya didokumentasi pada aspek seremonial saja. Untuk itu, para dokumentator pemula sudah saatnya berlatih seideal mungkin, sehingga sebuah produk liputan memiliki kekuatan dialog kebermanfaatan dan rencana tindak lanjut yang memberi kabar baik dikemudian.

Durasi video narasi dan wawancara isi ini dapat disajikan lebih panjang dari bagian-bagain sebelumnya, misal durasinya dua hingga tiga menit.

Penutup dan ucapan terimakasih

Bagian penutup dan ucapakan terimakasih yang dimaksud adalah tayangan yang memuat tentang narasi fokus, harapan, dan ucapakan terimakasih. Cukup setengah menit untuk durasi bagian penutup. Tentu saja tidak mudah jika dalam sebuah penutup video liputan berisikan tentang narasi fokus dan juga memuat wawancara masa depan. Untuk itu, hal paling mudah adalah kembali pada bagian narasi awal dan wawancara penyelenggara yaitu tentang tujuan dari video liputan kegiatan. Aspek sistematis dan koherensi dari skenario seri liputan dokumenter pada sebuah kegiatan sangat penting diperhatikan, agar pesan dari sebuah liputan tersampaikan.

Ucapan terimakasih terhadap penyelenggara, partisipan, dan pihak-pihak terkait baik secara teknis maupun substantif sangat penting dihadirkan. Dengan harapan, ucapan terimakasih ini karakter baik dan peluang kerjasama saat melakukan liputan lanjutan. Oh iya, crew dokumentator juga dapat disajikan seiring bagian penutup disajikan.

Bagi dokumentator pemula, sedapat mungkin selalu berlatih melakukan liputan secara mandiri. Dengan modal hp smartphone dan semangat, dan juga tulisan singkat ini dapat dijadikan pendamping dalam menyusun skenario video liputan kegitan.
Untuk para pemula, tetap semangat dalam berlatih. Mumpung masih ada kesempatan, jangan sekali-kali mengutamakan duit liputan. Ragam kegiatan sosial cukup sering digelar. Untuk itu kalian dapat mengasah keterampilan kalian melalui liputan dalam bentuk video, sembari melakukan pengabdian sosial. Selamat beraktivitas, salam liputan.

Penulis adalah Suhadi, guru Sosiologi SMA Negeri 1 Pamotan, pegiat liputan video

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan