Gugur Gunung Bersihkan Sungai Lasem, Masyarakat Kurang Peduli

Dasun.desa.id- Kegiatan Gugur Gunung atau kerja bakti dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Lasem bersama dengan sejumlah elemen pemerintahan desa serta lembaga pendidikan di Kecamatan Lasem pada Senin (12/11/2018). Tak ketinggalan, rombongan dari Desa Dasun juga ikut membersamai kerja bakti tersebut dimulai dengan menyusuri Sungai Lasem dengan perahu nelayan dasun sambil memunguti sampah di sepanjang sungai.

Camat Lasem, Harjono menyampaikan bahwa dalam rangka Hari Bersih Nasional ini kecamatan Lasem mempunyai komitmen bahwa Lasem akan menjadi destinasi wisata yang bersih dan nyaman. Untuk mewujudkan itu, pemerintah bersama warga Lasem mengadakan pembersihan sampah di sekitar bantaran Sungai Lasem.

Ditambah Sungai Lasem yang menawan penuh dengan nilai-nilai sejarah dan peninggalannya seperti Dok Kapal Dasun, Lorong Candu, Klenteng Cu An Kiong, Masjid Tiban, dll, itu merupakan potensi pariwisata unggulan.

Terlihat sampah baru di bantaran Sungai Lasem (dok: Dasun.desa.id/12/11/2018)

Kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso menyampaikan dalam sambutannya “Kita harus cinta lingkungan kita jangan sampai membuang sampah di bantaran sungai, mari saling menjaga kebersihan lingkungan masing masing sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat!”

Kesadaran Masyarakat Tentang Sungai Yang Bersih Masih Minim

Kepala Desa Dasun menyampaikan kritik atas pencemaran Sungai Lasem selama ini, menurutnya sungai Lasem kotor dan tercemar lantaran kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai masih kurang. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah terutama di titik jembatan babagan. Selain itu juga akibat dari pencemaran limbah batik tulis yang membuat warna sungai berubah hitam dan baunya tidak nyaman dihirup.

Terlihat warna air Sungai Lasem yang kehitam-hitaman dengan bau yang lumayan busuk (dok: Dasun.desa.id/12/11/2018)

Dalam pantauan yang dilakukan oleh Kepala Desa Dasun, masih banyak warga masyarakat yang membuang sampahnya di Sungai Lasem, bahkan pada saat hari -H dilaksanakannya bersih-bersih sungai yang dipimpin oleh Camat Lasem. Hal ini sangat miris lantaran dahulu Sungai Lasem merupakan tempat masuknya berbagai kebudayaan tempo dulu, tempat transportasi perdagangan internasional, tempat pembuatan kapal yang menyebar di seluruh nusantara bahkan dunia serta media mencari nafkah bagi warga Lasem.

Hal ini sangat merugikan bagi kebersihan Pantai Dasun yang menjadi tempat terdamparnya sampah-sampah kiriman dari hulu Sungai Lasem. Sampah sangat beragam, mulai dari kasur, pembalut wanita, pakaian bekas, plastik, sandal bekas, daun-daunan, ember, sampai akar pohon. Itu semua sebagian besar terdampar di Pantai Dasun dan sangat menghambat proses Pariwisata di Pantai Dasun dan Kegiatan Susur Sungai Dasun. []

Terlihat sampah baru di bantaran Sungai Lasem (dok: Dasun.desa.id/12/11/2018)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan