Film Dokumenter Pesisir Lewa di Lembata

Dasun.desa.id- Film ini adalah satu dari sekian banyak film dokumenter yang diproduksi oleh Watchdoc Image melalui Ekspedisi Indonesia Biru. Melalui Dhandy Dwi Lasono dan Suparta Artz mereka keliling Indonesia selama satu tahun dari 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015. Mereka menaiki motor bebek berhasil memotret fenomena masyarakat indonesia beserta tanah airnya sampai ke pedalaman.

Lewa di Lembata menceritakan tentang kehidupan para nelayan pemburu paus dan pari di Desa Lamalera, pulau Lembata (NTT) dan sistem ekonomi barter yang masih dijalankan di zaman di mana uang telah ditempatkan di puncak sistem ekonomi.

Semua ikan dan mamalia laut yang dilindungi, justru diburu di sini. Uang yang menjadi alat tukar utama dalam sistem ekonomi, justru dihindari.

Bagaimana semua bisa bertahan dan terjadi?

Lamalera juga menyajikan cerita soal pasar rakyat, pasar barter. Ketika peluit ditiup jam 11 Wita, uang Anda tak laku lagi. Inilah saat kami merasakan betapa pangan sangat esensial dalam hidup manusia. Uang tak lagi berkuasa.

Manusia dinilai dari ketekunannya memproduksi dan mengusahakan bahan pangan agar dapat ditukar dengan bahan pangan lain. Bukan dari kehebatannya mengelola investasi sektor keuangan (fund managing).

Masyarakat pesisir membawa ikan (protein) yang ditukar dengan hasil bumi masyarakat pegunungan seperti jagung atau ubi (karbohidrat). Sepotong ikan asin, misalnya, setara 5 tongkol jagung kering. Inilah pasar barter Leworaja, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten (pulau) Lembata, NTT.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan