Perpustakaan Desa Dasun Jadi yang Terbaik Nasional

REMBANG– Perpustakaan Desa Dasun yang mewakili Kabupaten Rembang berhasil menjadi yang terbaik nasional dalang Perpuseru Award 2018, yang digelar di Yogyakarta, Kamis (5/7) malam. Perpustakaan Dasun berhasil mengalahkan perwakilan dari puluhan kabupaten lainnya yang juga masuk nominasi.

Selain kategori perpustakaan desa, Kabupaten Rembang juga berhasil menyabet dua penghargaan prestisius lainnya. Yakni video kegiatan perpustakaan, yang diwakili Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta literasi lokalisme tentang perpustakaan yang diwakili Desa Trembes Kecamatan Gunem.

Kepala Desa Dasun, Sujarwo yang hadir langsung menerima penghargaan mengatakan, perpustakaannya berhasil menjadi jawara lantaran berbagai kelebihan. Di antaranya menyangkut berbagai kegiatan yang secara rutin terselenggara di perpustakaan.

Kepala Desa Dasun Sujarwo saat menerima penghargaan mewakili Perpustakaan Desa Dasun sebagai Perpustakaan Terbaik Nasional dalam ajang Perpuseru Award 2018 di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta (06/07/2018)

Selain itu, kepengurusan dan pengelolaan juga dilakukan dengan cukup baik melibatkan komunitas setempat dalam wadah Dasun Haritage Society (DHS). Sehingga, antusiasme kalangan pemuda untuk berkunjung di perpustakaan cukup tinggi.

“Mulai 2018 ini perpustakaan desa buka setiap hari, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, melalui komunitas DHS. Kami buat perpustakaan desa yang representatif, bertempat di komplek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dasun,” terang Sujarwo.

Menurut Sujarwo, capaian ini memberikan motivasi kepada pemerintah desa untuk lebih optimal lagi mengelola perpustakaan. Ke depan akan ada beberapa aspek yang menjadi perhatian, di antaranya honorarium pustakawan, serta kegiatan-kegiatan dengan sasaran kalangan muda.

Kepala Desa Dasun Sujarwo menjadi panelis dalam Peer Learning Meeting Perpuseru di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta (5/7/2018). Sujarwo menceritakan bagaimana pegalaman warga masyarakat Desa Dasun memanfaatkan perpustakaan Desa Dasun sebagai pusat belajar.

“Dengan tingginya minat membaca oleh kalangan muda maka akan mudah membentuk generasi yang bisa berbuat apa saja. Kami ingin menularkan semangat literasi itu kepada seluruh masyarakat, termasuk pemuda,” ujarnya.

Sementara itu dalam video yang diwakilkan dalam kompetisi, Perpusda Rembang menampilkan kegiatan merajut seni rajut khas Rembang. Dalam video di dalam komplek Perpusda tersebut ditampilkan berbagai kegiatan rajut yang dilakukan oleh pemilik Okta Craf, Oktavirasa.

(Ilyas al-Musthofa/suara merdeka)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan