Laporan Perjalanan Ke Desa Dasun – part 5

replika kapal dasun

Dasun.desa.id-Setelah vacum selama sebulan akhirnya kami kembali melanjutkan kegiatan Pengamatan pembuatan replika perahu di Desa Dasun,Kecamatan Lasem,Kabupaten Rembang pada hari Selasa,13 Maret 2018. Kami berangkat dari SMA N 1 PAMOTAN pada pukul 08. 00 WIB bersama rombongan Pak Anwar dan Pak Har yang akan melakukan terapi. Namun kami menemui masalah karena tidak membawa surat SPPDB dari Sekolah. tapi hal itu tidak masalah karena suratnya bisa menyusul. Setelah berkendara selama 20 menit akhirnya kami di rumah Mas Exsan. Setelah sampai di sana Pak Anwar dan guru yang lainnya meneruskan untuk ke tempat terapi.

Di rumah Mas Exsan hanya ada ibunya,Mas Exsan sepertinya masih rapat. Kami menunggu dulu di rumahnya Mas Exsan. Hampir 2,5 jam kami menunggu namun Trainer kami belum datang. Ternyata terjadi misscomunnication di antara kami. Menurut jadwal hari ini kami akan melanjutkan kegiatan penelitian replika Kapal. Namun karena guru Pembimbing(Pak Suhadi) pergi ke Solo sehingga dianggap tidak jadi. Setelah pukul 11. 30 WIB akhirnya Mas Tri datang. Beliau barumenjemur rebon(udang kecil) untuk dibuat menjadi Terasi Rebon. Memang Lasem cukup terkenal akan Terasi rebonnya. Tak jarang nelayan Lasem yang mencari rebon untuk di buat terasi karena terasi ini memang laris di Pasaran.

Setibanya Mas Tri di rumah Mas Exsan,beliau langsung melanjutkan kegiatan pembuatan replika perahu. Kali kami sudah sampai pada proses penyemenan. Beliau menyiapkan wadah yang diisi air kemudian menuangkan 1 wadah semen putih dan beberapa gram lem fox. Kemudian beliau mengaduk adonan tersebut. Setelah adonan terbentuk,kemudian Mas Tri melumuri bagian perahu dengan adonan semen yang telah dibentuk. Pelumuran tersebut menggunakan kuas yang dengan ukuran sedang seperti kuas yang digunakan untuk mengecat. Dalam melumuri perahu diusahakan mendapat hasil yang sehalus mungkin. Untuk memperhalus bisa dilakukan dengan melakukan pengampelasan pada kapal jika semennya sudah kering.

Setelah satu jam akhirnya proses penyemennan telah selesai. Langkah selanjutnya adalah melakukan penjemuran pada perahu yang sudah disemen agar semennya cepat kering. Penjemuran bisa dilakukan selama 1 hari ataupun 2 hari dibawah sinar matahari. Selagi menunggu kami makan siang bersama dengan Mas Exsan yang baru pulang dari rapat. Kali ini ada rebon goreng dan sayur opor yang memanjakan lidah kami.

Setelah selesai makan kami segera meminta izin untuk pulang. Kami menghubungi Pak Anwar namun tidak bisa. Kemudian kami menghubungi Mas Makrufin untuk menjemput,namun beliau juga tidak bisa karena katanya mobilnya terjebak di Tempat Parkir. Setelah menunggu selama 2 jam akhirnya kami memutuskan untuk naik bis. Sebelumnya kami sholat Dhuhur dulu di Masjid. Setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan menuju ke terminal.

Setelah sampai di sana kami mendapatkan bis yang menuju ke Pamotan. Setelah 1 jam akhirnya kami sampai di SMA N 1 Pamotan. Sekitar pukul 15. 40 WIB kami berada dirumah. Rasa cukup lelah menyelimuti kami,apalagi keesokan harinya ada mapel Penjaskes. Selaiin itu kami juga tidak bisa mengikuti ulangan di Madrasah akibat terlalu telat untuk berangkat. Akibatnya kami harus ikut ulangan susulan.

Penulis Moh Ainun Ni’am dalah Siswa SMA Negeri 1 Pamotan Kelas X Mipa

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan