Uniknya Tradisi Gowokan Udik udikan di Desa Dasun

Dasun.desa.id- Ada sebuah tradisi yang sangat menarik di masyarakat Desa Dasun Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang saat seorang anak sudah mampu berjalan sendiri, yakni tradisi “gowokan” atau udik-udikan. Tradisi ini sangat mengakar di masyarakat Desa Dasun. Saat berita adanya “gowokan” menyebar, banyak masyarakat yang langsung berkerumun di rumah orang yang anaknya akan “gowokan”. Selain akan mendapatkan bancaan “gowokan” masyarakat bisa ikut merebut “udik-udikan” yakni menyebar uang receh di pelataran rumah.

Tradisi “gowokan” adalah ungkapan rasa syukur orangtua atas anaknya yang telah mampu berjalan sendiri dengan mandiri tanpa bantuan orang lain lagi. Tradisi gowokan dahulu masih menggunakan gerabah untuk menanak nasi, dan setelah nasinya sudah habis dibeli warga dengan menggunakan kreweng atau pecahan genteng, maka gerabah ini akan diisi uang receh untuk dibanting di pelataran rumah kemudian warga masyarakat tumpah ruah untuk merebut uang receh ini. Suasana sangat meriah dan ramai, hampir seluruh warga desa menyaksikan dan ikut tradisi yang mampu menyatukan warga masyarakat Desa Dasun.

Minggu, 11 Maret 2018 Bapak Khairuddin warga Desa Dasun, RT.01, RW.01 Lasem, Rembang mengadakan Tradisi Gowokan, berikut video dokumentasinya yang berhasil diliput Wisata Bahari Dasun TV (WBD TV):

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan