Laporan Perjalanan Replika Kapal – part 3

Moh. Ainun Niam dan Maliya Annas sedang mendokumentasi replikasi kapal (Doc, Gilang, 2018)

Dasun.desa.id-Kunjungan ke Desa Dasun untuk yang ketiga kalinya kami laksanakan pada hari Selasa, 6 Februari 2018. Pada kunjungan yang kami lakukan untuk yang ketiga kalinya ini mengalami banyak hambatan yang tidak diinginkan. Setelah kak Hasan tidak bisa ikut dalam kunjungan yang kedua, kini kak Retno juga tidak bisa ikut untuk mendampingi kami pada kunjungan kami yang ketiga kalinya. Entah mengapa dari setiap kunjungan selalu ada yang tidak bisa hadir. Pada kunjungan yang keempat nanti sepertinya Pak Suhadi juga tidak bisa ikut karena ada suatu hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Rangkaian ulang linggi dan lunas replika kapal (Doc, Niam, 2018)

Pada kunjungan yang ketiga kalinya ini kami benar-benar mengalami banyak hambatan, Yang seharusnya kami berada di Desa Dasun sekitar pukul 10.00 WIB, namun kami baru tiba disana sekitar pukul 11.00 WIB akibat mobil yang seharusnya mengantar kami digunakan untuk mengantar surat di Pati. Karena mobilnya tidak kunjung kembali, akhirnya kami dibonceng menggunakan sepeda motor oleh Pak Suhadi dan Pak Anwar menuju ke Desa Dasun. Tampaknya hambatan yang kami alami tidak hanya sampai disitu, sesampainya di rumah Mas Exsan ternyata rangka replika kapal yang telah dibuat pada kunjungan yang kedua mengalami kerusakan yang cukup parah. Kayu yang menjadi linggi dan lunas telah melengkung yang menyebabkan rangka replika kapal tidak seimbang. Hal ini karena kayu yang digunakan pada saat itu masih basah. Akhirnya Mas Tri harus membuatnya dari awal lagi menggunakan kayu randu bekas bahan bangunan.

Setelah adzan sholat dhuhur berkumandang kami istirahat sejenak untuk sholat dhuhur dan makan siang di rumah Mas Exsan. Disana Ibunya Mas Exsan telah menghidangkan makanan khas kabupaten Rembang, sayur merica. Selain itu juga ada urap, lauk pauk, dan juga buah-buahan. Sungguh hidangan yang menyehatkan.

Maliya Annas sedang observasi Sentra Pembuatan Replika Kapal di Desa Dasun (Doc, Exsan Ali Setyonugroho, 2018)

Setelah makan siang dan sholat dhuhur kami segera melanjutkan kegiatan pembuatan replika kapal. Saya dan Gilang bertugas mengambil foto dan video proses pembuatan replika kapal. Sedangkan Maliya ikut bersama Mas Exsan dan Pak Suhadi untuk meninjau tempat yang akan digunakan sebagai Sentra Pembuatan Replika Kapal di Desa Dasun. Kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah Mas Exsan. Jadi mereka dapat pergi ke sana dengan jalan kaki.

Di rumah Mas Exsan saya dan Gilang merekam cara pembuatan replika kapal dan juga berlatih memakai kamera. Meskipun Mas Tri Murti harus mengulangi dari awal namun beliau dapat menyelesaikannya dengan cepat meskipun belum sepenuhnya jadi. Setelah sekitar 1 jam rangka replika kapal sudah kembali seperti sedia kala. Mas Tri terus melanjutkan tahap pengerjaan pembuatan kapal. Beliau tak henti-hentinya menyusun kerangka tubuh kapal dari potongan sandal dengan menggunakan paku lidi. Setelah 2 jam kemudian akhirnya kerangka kapal telah terbentuk. Linggi, lunas, dan gading kapal telah terbentuk. bahkan Mas Tri telah membuat bagian boyo-boyo.

Parikesit, khas tanaman endemik rawa di Dasun yang berguna menyerap radikal bebas (Doc, Maliya Annas, 2018)
Di saat itu juga Pak Suhadi, Mas Exsan, dan Maliya telah kembali dari observasi tempat yang rencananya akan digunakan sebagai sentra pembuatan replika kapal khas Dasun. Mereka kembali dengan membawa tanaman lidah mertua. Setelah tiba di rumah Mas Exsan, Maliya langsung menyusun kerangka laporan dengan dibimbing oleh Pak Suhadi.

Mas Makrupin dan Mobil Sekolah dengan setia menjemput Tim KIR kembali ke SMA N 1 Pamotan (Doc, Suhadi, 2018)

Matahari mulai kembali ke peraduannya, itulah saat yang menuntut agar mengakhiri pertemuan yang ketiga dan melanjutkannya pada pertemuan ke empat. Setelah berfoto, akhirnya Mas Makrufin tiba menjemput kami menggunakan mobil sekolah. Sekitar pukul 04. 00 WIB kami berpamitan pulang kepada Mas Exsan Sekeluarga. Setelah berjalan hampir selama 20 menit akhirnya kami sampai di SMA N 1 PAMOTAN.

Penulis Moh Ainun Ni’am dalah Siswa SMA Negeri 1 Pamotan Kelas X Mipa.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan