Yuk Susur Sungai Dasun

Dasun.desa.id- Susur Sungai Dasun adalah salah satu wahana wisata konservasi dan edukasi unggulan di Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Susur Sungai Dasun ini merupakan kegiatan menyusuri Sungai Dasun-Lasem yang penuh dengan cerita sejarah dan pembelajaran tentang konservasi alam, sosial dan budaya di Sungai Dasun. Dengan memanfaatkan perahu nelayan dan guide lokal, wahana wisata pelestarian ini secara penuh melibatkan komunitas dan masyarakat nelayan setempat.

Saat menyusuri sungai Dasun dengan perahu nelayan, banyak anco yang dioperasikan oleh penduduk Dasun. Penduduk Dasun banyak memiliki anco untuk mencari udang, rebon, ikan blanak, ikan bandeng, bahkan kakap. Anco Dasun terlihat unik dan indah bersanding dengan cakrawala ketika terlihat dari tengah sungai. Selain itu juga rimbunnya pohon mangrove di kanan kiri sungai, semakin menambah keelokan Sungai Dasun-Lasem.

Susur sungai dari tambatan perahu Dasun ke selatan, mata tak henti-hentinya menengok ke kiri dan ke kanan. Di tepi sungai sebelah kiri terdapat beberapa dok kapal peninggalan jaman kolonial belanda dan masa pendudukan jepang. Desa Dasun memang sejak dahulu terkenal sebagai daerah penghasil kapal-kapal belanda, itu dibuktikan dengan beberapa dock dan bangkai kapal besi serta kayu di sepanjang sungai dasun.

Sungai Dasun memang menyimpan cerita sejarah yang beragam. Di sungai inilah candu masuk dan menyebar ke seluruh Jawa pada zaman kolonial. Ini dibuktikan dengan adanya Rumah Candu atau Lawang Ombo di Desa Soditan, samping Klenteng Cu An Kiong. Rumah Candu ini terdapat gorong-gorong untuk masuknya candu dari Sungai Dasun-Lasem menuju dalam Rumah Candu.

Setelah susur sungai, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Gosong. Pulau Gosong merupakan sebuah pulau karang yang berada di utara persis muara Sungai Dasun. Dengan jarak kira-kira 2 kilometer dari muara sungai, Pulau Gosong dapat ditempuh sekitar 15 sampai 25 menit tergantung kondisi kapal dan ombak.

Pulau Gosong di sore hari sungguh indah. Apalagi dengan melihat sunset dari Pulau gosong. Hempasan ombak dipecah oleh karang kecil-kecil sungguh elok dipandang mata. Sayang kondisi Pulau Gosong tak seindah dulu. Banyak karang-karangnya yang sudah mati dan rusak. Dahulu Pulau Gosong banyak terdapat karang-karang yang besar namun sekarang tinggal sedikit.Oleh sebab itulah Pulau Gosong sangat perlu untuk dilestarikan.

Rombongan kembali ke Sungai Dasun menjelang magrib. Beberapa nelayan juga mulai merapat ke daratan setelah menebar jaring pejer dan bangkrak untuk mencari rajungan. [Exsan Ali Setyonugroho]

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan