Musrenbang Desa Dasun 2017

Dasun.desa.id- Pemerintah Desa Dasun menyelengarakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Jum’at (22/12/2017) di Gedung Serba Guna Desa Dasun. Musrenbangdes Dasun ini dihadiri oleh sekitar 80 orang tamu undangan yang terdiri dari kelompok dan lembaga di desa seperti BPD, Karangtaruna, LPMD, Linmas, KPAD, PKK, Posyandu, Komunitas Dasun Heritage Society, tokoh masyarakat perwakilan pemerintah Kemamatan Lasem, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Musrenbangdes adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan. Musrenbang adalah forum perencanaan (program) yang dilaksanakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah desa, bekerja sama dengan warga dan para pemangku kepentingan lainnya. Musrenbang yang bermakna akan mampu membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa, dengan cara memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tidak tersedia baik dari dalam maupun luar desa. Musrenbangdes Dasun ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Dasun, Sujarwo.

Sujarwo juga memaparkan hasil capaian pembangunan Desa Dasun pada tahun 2017 di hadapan masyarakat. Ada 5 (lima) pembangunan dari Dana Desa dan 2 (dua) pembangunan bukan dari Dana Desa. Lima pembangunan yang berasal dari Dana Desa adalah: Renovasi Madrasah; Pembangunan Lanjutan Gedung Serba Guna Dasun; Pembangunan Ruang Ganti Gedung Serba Guna; Pembangunan Lapangan Paving; dan Pembangunan Warung Apung Desa Dasun. Sedangkan dua pembangunan yang bukan dari Dana Desa adalah: Pembangunan Jalan di Ruang Terbuka Hijau Dasun dan; Pembangunan Balai Desa.

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Lasem, Gani memberikan arahan kepada Pemerintah Desa Dasun untuk menganggarkan: Pembangunan Sarpras Pendidikan; RTLH 10 unit rumah; Pengisian website desa dan; pelatihan-pelatihan untuk dialokasikan di anggaran 2018. Kepala Desa Dasun, Sujarwo menanggapai dengan positif dan akan segera dianggarkan untuk usulan tersebut.

Kepala Desa Dasun, Sujarwo saat memaparkan pembangunan Desa Dasun tahun 2017 di hadapan masyarakat 22/12/2017 (Dok: Dasun.desa.id)

Usulan Masyarakat

Ketika Sesi tanya-jawab atau usulan, masyarakat Desa Dasun ikut berperan aktif. Usulan pertama datang dari Bidan Desa yang mengusulkan pembangunan dapur di rumah bidan, membuka kelas ibu hamil setiap bulan, pembentukn posbindu, dan pemberian honor bagi sukarelawan.

Usulan kedua dari Mujiono yang merupakan anggota BPD yang mengusulkan: Lembaga desa harus bekerja sesuai dengan tupoksi; Membuat pos keamanan dan Mushola di area RTH Dasun; Penambahan kantong parkir dan bak sampah di area RTH Dasun.

Utomo dari unsur petani tambak juga memberikan usulan mengenai pembuatan tanggul di belakang rumah penduduk yang terancam abrasi dan banjir, peninggian jalan, dan membuat pengendali banjir dengan ebeng-ebeng.

Sri Dwi Murniati dari perwakilan Madin memberikan masukan kepada pemerintah Desa Dasun yakni: penambahan srana dan prsarana madrasah serta membuat gedung posyandu. Sedangkan Moh. Yusron dari Perpustakaan Desa Dasun “Cahaya Ilmu” memberikan usulan mengenai honor bagi relawan di perpustakaan serta penambahan plavon di perpustakaan.

Sajimin dari masyarakat RT 3 memberikan usulan mengenai penambahan PAL listrik dan Pos Kamling di RT 3. Munanto dari Linmas Dasun mengusulkan untuk membuat seragam Linmas yang baru. Sri Lestari dari Penyuluh Pertanian memberikan masukan untuk mengaktifkan kembali kelompok tani di Desa Dasun. UPT Pertanian memberikan penekanan mengenai penggunaan kartu pertanian bagi masyaraat tani.

Foto bersama setelah pelaksanaan Musrenbangdes Dasun 2017 selesai, 22/12/2017 (Dok: Dasun.desa.id)

UPT Puskesmas Lasem memberikan pengumuman bagi masyarakat bahwa ada program penjemputan orang sakit yang difasilitasi oleh Puskesmas Lasem. Dengan rincian: uang bensin Rp.18.000,-; uang pendamping Rp.50.000,- dan keluarga pasien dapat menghubungi nomor telepon (0295) 531141.

Perwakilan Babinsa mengimbau agar masyarakat Desa Dasun harus mengaktifkan Poskamling dan kemanan di Ruang Terbuka Hijau Dasun. Karena RTH Dasun sudah masuk kategori wilayah yang ramai dan ekonominya berkembang, maka dibutuhkan keamanan yang lebih ekstra daripada yang dulu.

Usulan demi usulan dilontarkan oleh warga danggapi positif oleh Kepala Desa Dasun, Sujarwo. Sujarwo juga menekankan bahwa pembangunan di Desa Dasun tidak akan berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan jika masyarakat tidak urun rembug di dalamnya. Masyarakat harus berperan aktif untuk ikut membantu memajukan Desa Dasun menuju Desa Wisata Bahari berbasis konservasi dan edukasi. Titik Hartini dalam pemaparannya mengatakan, bahwa ususlan masyarakat tersebut telah tertulis di draf RKP Desa Dasun 2018.

Pelaksanaan Musrenbangdes Dasun ini adalah bukti bahwa proses demokrasi di desa berjalan dengan baik. Antara pemerintah desa, masyarakat dan stakeholder terjalin komunikasi yang baik sebagai upaya memajukan Desa Dasun. [Exsan Ali Setyonugroho]

 

 

 

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan