Festival Lasem Harapan Bagi Pengembangan Pariwisata Lasem

Grebeg Dumbeg dalam rangkaian Lasem Festival 2017 memiliki arti agar warga Lasem-Rembang tetap mengkonsumsi dan melestarikan makanan tradisional seperti dumbeg tidak memilih makanan instan dari perusahaan besar (dok: bloger karimunjawa)

Dasun.desa.id-Bupati Rembang H. Abdul Hafidz membuka gelaran festival Lasem tahun 2017 di Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rabu (16/11/2017) malam. Dalam acara tersebut Bupati menekan tombol untuk menyalakan semua lampu lampion yang digantung untuk menghiasi area RTH Dasun sebagai lokasi pameran.

Dalam acara tersebut sejumlah Forkopimda termasuk Bupati mengenakan pakaian khas Jawa Kanung Lasem. Selain itu ada sesi dimana seluruh Kepala Desa menyerahkan seserahan berupa bahan- bahan untuk membuat dumbeg seperti daun lontar, beras, gula jawa, kelapa pada Bupati sebagai simbol untuk mengangkat pamor yang di hari terakhir akan digelar grebeg dumbeg.

Bupati Rembang menerima secara simbolis bahan-bahan mentah untuk membuat dumbeg, kemudian bahan ini akan dibuat dumbeg dalam prosesi Grebeg Dumbeg 18/11/2017 (dok: humas setda rembang)

Bupati dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyelenggarakan festival Lasem yang sempat vakum di tahun 2015 dan 2016. Menurutnya festival ini dapat menumbuhkan perekonomian melalui pariwisata yang berlandaskan sejarah Lasem.

“Festival ini bisa mengembangkan perekononomian melalui pariwisata yang dilandasi dengan sejarah yang ada di Kecamatan Lasem. Saya berterimakasih kepada segenap panitia penyelenggara yang makam ini sudah membuktikan keseriusannya untuk mengadakan festival kurang lebih selama empat hari ini,” ujarnya.

Festival ini juga bisa menggugah masyarakat pada umumnya agar mengetahui sejarah- sejarah yang ada di Lasem. Lasem sudah dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga diluar negeri seperti China, namun harapannya gaungnya akan terus menyebar ke lebih banyak negara.

Warga Dasun tampak memikul Gunungan Dumbeg yang akan digrebeg menuju panggung kehormatan Jalan Cinta, Dasun, Lasem 18/11/2017 (dok: sarwoagung)

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto bertekat akan membranding Lasem agar go Internasional. Dengan demikian dampak positif juga akan dirasakan oleh masyarakat Lasem itu sendiri, mulai dari perdagangan dan jenis usaha lainnya.

“Kami bertekad membranding Lasem sampai go Internasional.” tuturnya.

Berkaitan dengan Festival Lasem banyak sekali kegiatan yang rugi jika terlewatkan. Dimulai dari hari pertama yakni pembukaan event, tari Legong, pertunjukkan teater yang menceritakan tentang Lasem itu sendiri, pameran seni lukis dan pameran foto dengan tema yang tua dan yang kekal bertempat di gedung serba guna Dasun dan pasar kampung selama festival Lasem berlangsung dan penampilan grup musik keroncong.

Selanjutnya di hari kedua kegiatan napak tilas pahlawan perang kuning dan pagelaran seni kontemporer. Selanjutnya dihari ketiga susur sungai, seni budaya rakyat dan dihari terakhir mulai dari pagi diskusi kopi dan membatik nglelet yang bertempat Lawang Ombo, Lasem Batik Karnival dan grebeg dumbeg dan malamnya doa kebangsaan, pelepasan lampion terbang, Konser Ki Ageng Ganjur feat Fadli eks PADI, Pagelaran Wayang Gagrak Lasem. (Humas Setda Rembang)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan