Melestarikan Pakaian Kanung di Pembukaan Lasem Festival 2017

Dasun.desa.id- Pembukaan Lasem Festival 2017 yang dilaksanakan pada Rabu (15/11/2017) di RTH Dasun, berlangsung sangat meriah. Dihadiri kurang lebih 1.000 orang, pembukaan diawali dengan aksi teatrikal 3 orang yang membawa lampion keberagaman, dengan balutan lumpur dan “carang” berselempang merah putih.

Selanjutnya acara diteruskan dengan sambutan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang. Selepas itu Bupati Rembang H. Abdul Hafidz membuka Lasem Festival 2017 dengan membunyikan sirine. Uniknya, Bupato Rembang beserta rombongan mengenakan pakaian kanung, pakaian adat Lasem. Pakaian ini bewarna serba hitam, bawahnya dipadu dengan batik tulis lasem dan tak lupa ikat kepala.

Lampion-lampion cantik menghiasi RTH Dasun dalam Lasem Fest 2017 ini 15/11 (dok: dasun.desa.id)

Istimewanya, pada kepala desa di Kecamatan Lasem juga mengenakan pakaian yang serupa. Bahkan paguyuban kepala desa ini melakukan ritual penyerahan bahan-bahan pokok pembuatan dombek kepada Bupati Rembang.

Suasana pameran lukisan dan foto arkeologi “Yang Tua dan Yang Kekal di Gedung Serba Guna Dasun 15/11 (dok: dasun.desa.id)

Pembukaan Lasem Festival 2017 juga menandai dibukanya Pasar Kampung, Pameran Lukisan dan Foto arkeologi “Yang Tua dan Yang Kekal” yang dipusatkan di RTH Dasun dan Gedung Serba Guna Dasun.

Selain itu, Rumah Makan Apung Dasun hari itu (15/11) juga sudah mulai beroperasi. Terlihat ramai para pengunjung menikmati hidangan di rumah makan apung Dasun bersama orang terkasih dan keluarga. []

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan